“Maafkan jika kau
kusayangi..
Dan bila ku menanti”
Waktu terus berlalu..
membawaku terus ikut berlalu bersama penantianku..
Berandai-andai itu tak baik.
Aku tahu itu melelahkan.
Setiap orang butuh
kepastian. Karena aku tahu,, Itu yang lebih baik.
Aku pun demikian. Menanti
sebuah jawaban akan satu kepastian. Bukan karena aku tak mampu bertindak, tapi
aku berkeyakinan bahwa inilah tindakanku.
Bukan karena aku tak takut,
aku bahkan lebih takut dari apa yang orang pikirkan.
Bukan karena aku tak
berpikir. Tapi karena aku percaya, kamu itu ada.
Aku bahkan mulai terlatih.
Terlatih menanti. Kamu pasti mengerti, menunggu dan menanti itu sama tapi
berbeda maknanya. Sebab itu kamu pasti mengerti, jika kukatakan menanti, kamu
tau bagaimana lelahnya.
Tapi bukan lelah itu yang
ingin aku pamerkan. Aku hanya ingin kamu tersadar dan bertindak. Agar aku juga
bisa membuat kesimpulan.
“Pernahkah engkau coba
mengerti
Lihatlah ku disini
Mungkinkah jika aku bermimpi
Salahkah tuk menanti..”
Aku bahkan terlatih untuk
tak peduli dengan argumen orang lain. Karena sebenarnya aku juga takut untuk
membayangkannya.
Apakah semua yang aku
nantikan selama ini akan sia-sia?
Pertanyaan itu hanya sang
pemegang jawabannya lah yang bisa menjawab. Karena aku disni hanya bisa
menunggu , berharap, berdoa dan berusaha yang terbaik.
“Takkan lelah aku menanti…
Takkan hilang cintaku ini…”
Apa kamu pikir aku tak
cemas? Aku hanya bermodal keberanian dengan senyum dibalik ragu yang
bercereran.
Tak ada satu katapun yang
tertulis dari dunia mayamu
Namun aku akan terus
berusaha menyadari bahwa semua karena kesibukanmu
“Hingga saat kau tak kembali
Kan kukenang dihati saja…”
Dan aku tersadar bahwa aku
hanyalah seorang pengganggu yang selalu menunggu
Ku akan tetap menanti sebuah
pilihan yang hadir pada dirimu
Sadarlah, tak baik
membiarkanku terus menunggu dengan berjalannya waktu
Karena aku pun punya waktu
untuk merasa jemu
Jemu terhadap diammu….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar