Beginilah hidup. Seperti itulah kehidupan. Ada yang membuat
nyaman, ada yang menyulitkan.
Aku yakin kehidupanmu penuh dengan pahit manis. Aku bahkan
bisa merasakan kehidupanmu ketika aku mencoba dan menyadari hidup adalah
begini.
Walaupun terkadang aku mencoba mengubah diri menjadi yang
terlihat, aku akan kembali ke posisi awalku. Terkadang aku ingin konsisten
dengan posisi itu,tapi aku tiba-tiba menjadi terlihat kembali. Sesaat aku
berpikir, apa aku memang memiliki dua kepribadian?
Ataukah ini hanya mood yang dengan mudahnya berubah?
Aku tak terbiasa peduli selain dengan kamu. Aku tak biasa
mencampuri urusan orang lain, karena aku tak ingin egois. Aku bahkan tak ingin
ada yang sibuk dengan urusanku, makanya aku tak peduli dengan urusan orang
lain. Bukankah itu dikatakan tak egois? Iyakan? Atau dengan begitu aku malah jadi
terlihat egois?
Kembali ke cerita awal. Tentang sebuah pilihan. Setiap
makhluk punya itu. Bahkan binatang pun punya pilihan untuk bertahan dan
mempertahankan.
Tak ada tempatku untuk berbagi. Aku tak memiliki yang ‘aku
percayai’. Itu sulit kan?
Kamu tahu, bahkan seseorang yang hampir terlihat berkesan
baik menjadi seperti musuh dimataku.
Seolah dia dengan gampangnya ikut campur. Padahal aku tak
pernah ikut campur urusannya. Haruskah hidup ini dikatakan kehidupan dengan
kita mencampuri urusan orang lain?
Aku akan belajar. Untuk konsisten. Karena itu pertahananku.
Jika
tidak, akan ada banyak topeng yang bermunculan.
Dan itu hanya akan menjadi
pengganggu dan sia-sia.