Pagi itu entah bagaimana,tanpa ada perasaan apa-apa
sebelumnya sebuah musibah menimpaku dan syukurnya tak terjadi apapun dan aku
juga baik-baik saja. Padahal,secara logis aku kemungkinan akan luka atau apalah
yang terjadi pada diriku dan aku akan berada di rumah sakit saat setelah
kejadian itu. Tapi,sekali lagi ke-MAHA BESARAN TUHAN itu terbukti. Aku
baik-baik saja. Ada yang melindungiku. Ada yang MEMANG menontonku setiap
saat,setiap detik,menit,jam,hari,minggu,bulan,tahun dari kedatanganku ke dunia
ini hingga selamanya. Aku bersyukur. Semoga aku akan terus dilindungi oleh-Nya.
Yang maha kuasa,pengasih,penyayang dan maha segala-galanya. Dan aku berharap
itu terjadi pada “kamu” juga. Aku tak bisa berdoa untukmu agar musibah tidak
menimpamu, aku bukan pengatur hidupmu,yang aku bisa,mendoakanmu agar setiap apa
yang kamu alami,kamu akan terus dilindungi oleh-Nya. Dan aku harap,kamu tak
pernah lupa selalu bersyukur,seperti aku yang selalu bersyukur bisa mengenal "kamu".
Kamis, 23 Januari 2014
Senin, 06 Januari 2014
Sepiku~bahagiaku
Kenapa sepi itu tercipta? apa karena ramai ada?
Seperti kenapa ada derita, bila bahagia tercipta...
apa semua itu juga terlahir untuk saling melengkapi?
Sama seperti kita.. yang mungkin tercipta untuk saling melengkapi. Tapi kenapa sepi harus bertahan lebih lama untukku? Karena kamu kah? kenapa dengan keadaanku yang sekarang? apa aku kesepian ditengah keramaian? Kenapa tak kucoba saja untuk menikmati dan merasa cukup bahagia dengan keadaanku sekarang? apa terlalu sulit membohongi diri sendiri? apa karena aku hanya bersugesti pada sepi? atau pada kamu, yang menjadi alasan sepiku itu? padahal banyak hal ramai lainnya. Apa aku harus membawa diri,sendiri,berdiri... agar aku tak merasa sepi? Lalu, bagaimana caranya? Bisakah yg kusebut kamu ini membantuku? setidaknya dorong aku hanya dengan katamu, mungkin bisa menjadi penguat yang besar untuk hal yang bahkan kecil untuk kamu.
Atau paling tidak ajari aku caranya, akan kucoba lakukan yang kamu ajarkan. Tapi dengan syarat, jangan menyuruhku untuk mencari orang lain. Karena itu percuma. Kuterangkan lagi, itu percuma. Jadi kuminta,jangan lakukan hal yang percuma. Hanya ajari aku,hanya dorong aku. Hanya itu saja yang kamu lakukan. Itu sudah cukup bagiku. Berbahagialah. Walau kamu sendiri, aku akan bahagia karena bahagiaku ada di kamu.
Jumat, 03 Januari 2014
Terbiasa...
Tahun baru dimulai kembali. Tapi tidak untuk setiap tanggal dan nama bulannya. Itu tetap. Takkan terganti. Angka tanggalnya akan tetap berkisar 1 sampai 31 dan nama bulannya tetap januari sampai desember. Hanya saja angka tahunnya yang terus bertambah seiring bergantinya ia. Seiring waktunya tlah usai. Karena setiap tahun ada batasnya. Sama seperti hati ini. Walau tahun terus berganti, itu tak akan berpengaruh untuk hati ini. Itu hanya akan menambah waktu penantian agar lebih terlihat panjang. Terkesan lama. Karena dihati ini kamu takkan terganti. Akan tetap. Sama seperti perumpamaan tahun, bulan dan tanggalnya. Hanya ada satu pembeda. Hati ini bisa saja dikurangi dan ditambahi jika sendirinya menghendaki, tapi hasilnya akan tetap sama, bahwa hati ini juga ada batasnya. Pilihan ada batasnya. Menunggu ada batasnya. Dan aku tak bisa memastikan kapan dan sampai mana batas itu. Karena aku tlah terbiasa bermain dengan menunggu.
Langganan:
Postingan (Atom)
Jdilah pembicara dan pendengar yang baik :)