Sabtu, 01 November 2014

Mencampuri...

Beginilah hidup. Seperti itulah kehidupan. Ada yang membuat nyaman, ada yang menyulitkan.
Aku yakin kehidupanmu penuh dengan pahit manis. Aku bahkan bisa merasakan kehidupanmu ketika aku mencoba dan menyadari hidup adalah begini.

Walaupun terkadang aku mencoba mengubah diri menjadi yang terlihat, aku akan kembali ke posisi awalku. Terkadang aku ingin konsisten dengan posisi itu,tapi aku tiba-tiba menjadi terlihat kembali. Sesaat aku berpikir, apa aku memang memiliki dua kepribadian? 
Ataukah ini hanya mood yang dengan mudahnya berubah?

Aku tak terbiasa peduli selain dengan kamu. Aku tak biasa mencampuri urusan orang lain, karena aku tak ingin egois. Aku bahkan tak ingin ada yang sibuk dengan urusanku, makanya aku tak peduli dengan urusan orang lain. Bukankah itu dikatakan tak egois? Iyakan? Atau dengan begitu aku malah jadi terlihat egois?

Kembali ke cerita awal. Tentang sebuah pilihan. Setiap makhluk punya itu. Bahkan binatang pun punya pilihan untuk bertahan dan mempertahankan.

Tak ada tempatku untuk berbagi. Aku tak memiliki yang ‘aku percayai’. Itu sulit kan?

Kamu tahu, bahkan seseorang yang hampir terlihat berkesan baik menjadi seperti musuh dimataku.
Seolah dia dengan gampangnya ikut campur. Padahal aku tak pernah ikut campur urusannya. Haruskah hidup ini dikatakan kehidupan dengan kita mencampuri urusan orang lain?


Aku akan belajar. Untuk konsisten. Karena itu pertahananku. 
Jika tidak, akan ada banyak topeng yang bermunculan. 
Dan itu hanya akan menjadi pengganggu dan sia-sia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jdilah pembicara dan pendengar yang baik :)

Jdilah pembicara dan pendengar yang baik :)