Sering membuat menunggu.
Sering mendadak menghilang. Sering membuat bekas. Sering menimbulkan banyak
pertanyaan.
Terkadang hadirkan
penasaran. Terkadang ciptakan kepedulian. Terkadang mendukung. Terkadang
bersembunyi. Terkadang lari tanpa peduli.
Namanya… “kamu”.
Jari jariku terus
menghasilkan tulisan tulisan ini. Yang kutulis untuk kamu.
Bukan sesuatu yang asing
lagi. Dan ku akui aku telah terbiasa dengan semua kebiasaanmu. Karena aku telah
terbiasa dengan semua kegemaranmu. Aku mengenalmu. Mungkin lebih dari dirimu
sendiri. Tapi sisi mana yang aku kenali?
Kamu itu membingungkan. Kamu
itu terlihat abu-abu dimataku. Terkadang kamu meyakinkan,terkadang kamu
meragukan. Aku mendengar dari banyak orang. Tentang hal yang seperti kita. Sama
seperti abu-abu itu. Terkadang mereka mendukung,tapi terkadang mereka
menjatuhkan. Padahal mereka hanya bacot. Mereka tak pernah berani menjalaninya
langsung. Mereka hanya tahu berkomentar seakan mereka pernah mengalaminya. Bukankah
jika kita tak mencoba,kita tidak akan pernah tahu hasilnya? Walau mungkin
presentasenya rendah. Kenapa harus mengatakan sia-sia? Kenapa harus berusaha
dan tetap berjuang? Kenapa harus mengikuti mereka dan kenapa harus mengikuti
kata hati sendiri.
Kamu saja tak yakin. Kenapa
aku harus berkeras kepala untuk tetap yakin? Kalau hanya sepihak,apa bisa
dikatakan bersama?
Sepakat untuk yakin dan
tidak ada yang berkhianat, kita pasti bisa jadi sepaket. Bisa bersama.
Jangan dengarkan komentar
mereka. Mereka tak tahu apa-apa. Mereka bukan tokoh utama yang ada dicerita
kita. Mereka tokoh utama dicerita mereka sendiri. Mereka adalah hidup dan
pilihan mereka. Dan kita adalah hidup dan pilihan kita. Hanya ikuti apa yang
telah diyakini. Bagi kita adalah kita. Bagi mereka adalah mereka. Tak perlu
repot saling mencampuri. Tak penting.
kamu tahu apa yang aku
maksud. Kamu tahu apa yang aku yakini. Kamu tahu apa yang aku inginkan. Dan
kamu tahu apa yang aku harapkan. Bahkan aku mengira kamu lebih mengetahui
diriku.
Waktu lamanya tak penting.
Tidur saja jika hanya 2 jam ataupun lebih itu tak menjamin kesehatan,yang
penting kualitas tidurnya. Sama seperti kita. Waktu yang sebentar itu tak
menjamin kelancaran kita. Yang penting segala hal dan kenangan yang berharga
saat bersama itu.
Toh,ini adalah pilihan. Setiap
orang punya hak memilih dan menjatuhkan pilihan.
Jadi,yakinlah kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar