Minggu, 18 Mei 2014

Tak berbanding lurus...

Mulai besok adalah minggu final disemester duaku. Ada sekitar 8 mata kuliah yang harus kuselesaikan disemester ini. Berat? Ya,lumayanlah. Karena aku berbeda pulau dengan orang tuaku. Aku berada disini karena mereka dan untuk mereka juga. Dengan kata lain,aku tak boleh mengecewakan mereka. Aku harus mendapatkan nilai yang bagus bahkan harus melebihi semester sebelumnya jika aku ingin membuat mereka bangga. Ada hal yang tidak mereka mengerti. Sepintar apapun kita,seberusaha apapun kita, nilai itu tetap bergantung pada si dosen. Ya syukur kalau dosennya memberi nilai setidaknya paling rendah B- karena aku telah membuktikannya disemester sebelumnya. Bahkan,ada yang kerjaannya hanya men-copas hasil orang lain dengan kadar yang tidak sewajarnya (berlebihan) malah mendapat nilai bagus dan IPK diatas 3,5. Nice. Aku memiliki seorang teman sejurusan yang sangat jujur. Benar apa yang dikatakan dosen mku agamaku bahwa orang pintar bisa dengan mudah ditemukan,tapi orang jujur sangat sulit ditemui sekarang ini. Temanku adalah salah satu yang termasuk langka,dia orang yang sangat jujur. Dia bisa saja  merubah slope aggregate demand dari kiri atas ke kanan bawah menjadi sebaliknya sangking jujurnya dia. Jika semua orang seperti itu,betapa aman dan tentramnya dunia ini. Jika semua teman-teman mahasiswaku berlaku jujur bahkan saat ujian,bisa jadi nilai dan IPK mereka akan tertera sesuai dengan skill mereka. Diriku pribadi merasa cukup lah hasil yang keluar dengan apa yang telah diproduksi oleh pikiranku dan segala proses yang aku jalankan. Tapi kadang aku merasa ada ketidak-fair-an ketika apa yang aku lakukan tak berbanding lurus dengan outputnya. Semua tugas kuselesaikan,semua ujian kujalani beserta remedialnya,semua kehadiran aku lengkapi beserta keterlambatannya,sikap yang baik saat di kelas juga aku laksanakan,tapi hasilnya aku mendapat nilai yang tidak sesuai dengan semua yang aku lakukan. Kecewa? Ya. Tapi apa yang bisa aku lakukan? Mengemis pada dosen makul tersebut? Oh kalau saja dia berprikemanusiaan,pastinya hasil yang kudapatkan tak seperti itu. Hanya ada satu cara. “berjuang disemester berikutnya”. Jadi,dengan mengucap basmallah,akan kuhadapi final disemester ini. Untuk sang kamu, jika diam ditempatmu berpijak sekarang adalah sesuatu yang hanya bisa kamu lakukan,maka bantulah aku hanya dengan support dan doamu. Karena aku sangat membutuhkan itu saat ini. Aku bahkan belum mengerti,apa arti dari kalimat “aku hanya ingin lihat kamu mandiri”. Apa kamu mengujiku? atau kamu benar-benar ingin pergi dan membiarkanku sendiri? Atau ada maksud lainnya? Padahal,aku selalu… ah,sudahlah. Di dunia ini apapun yang kita lakukan biasanya memang tak berbanding lurus dengan yang diharapkan.

Kamis, 15 Mei 2014

My twenty...

15mei'14. Kepala dua. Yeah,how to explain my age now? old? adult? mature? Great?
Afraid? yes.. Aku merasa takut karena semakin bertambahnya usiaku,itu berarti semakin berkurangnya usiaku di dunia dan semakin dekatnya aku di akhirat-nya Allah. 
But,I also feel happy today. Karena banyak ucapan dan doa yang terkirim manis untukku, dari sahabat, teman lama,teman baru, dan keluarga. Orang-orang yang banyak menaruh harap kepadaku. Aku juga masih terus belajar untuk itu. Menjadi dewasa,menjadi yang lebih baik, bahkan menjadi cantik. Mungkin aku akan belajar bagaimana berhias,bagaimana memakai hijab yang cantik,dan bla bla bla. Apa itu begitu penting?Hha. So lame.Bagaimana pun,semua butuh proses. Aku bahkan tak menyangka bahwa waktu yang kadang terasa membosankan ini,tanpa tersadari ia sebenarnya berlalu begitu cepat. Aku bahkan masih terbayang ketika ultahku di SD dan saat di SMP dulu. Satuan,belasan hingga sekarang aku beranjak kepuluhan. Aku bertanya-tanya,apa dan bagaimana seharusnya aku diusiaku yang sekarang? Hanya ada 1 jawaban yang aku ketahui. Menjadi yang lebih baik. Just that. Well,I'll try to do it.For whom? yang pasti untuk diriku sendiri dan orang-orang yang menaruh harap padaku. Dan tak ketinggalan,untuk sang KAMU tentunya. Beruntunglah,karena diusiaku yang sekarang,kamu masih menjadi yang ter-Khusus. Aku tak bisa memastikan sampai kapan,karena segala sesuatunya Tuhan kitalah yang menentukannya. Yang aku tahu,semua ada waktunya. Dan walaupun aku menyadari bahwa film You are the apple of my eye memberi pencerahan bahwa semua yang kita harapkan dan perjuangkan tak berakhir dengan semestinya yang kita ingini, aku akan tetap berlalu. Dan menyemangati diri sendiri kalau aku harus siap menerima apapun resikonya. Karena ini adalah pilihanku. Urusanku. dan kamu. Makanya,Kamu harus tahu ini dan itu. Jangan seperti orang yang tidak tahu apa-apa dan beralasan untuk mengujiku. Kamu ini payah. Sepayah-payahnya orang terpayah yang pernah aku temui. Dan aku malu mengakui kalau aku bahkan lebih payah lagi. Karena aku meyakini kamu.

Kamis, 23 Januari 2014

Protect

Pagi itu entah bagaimana,tanpa ada perasaan apa-apa sebelumnya sebuah musibah menimpaku dan syukurnya tak terjadi apapun dan aku juga baik-baik saja. Padahal,secara logis aku kemungkinan akan luka atau apalah yang terjadi pada diriku dan aku akan berada di rumah sakit saat setelah kejadian itu. Tapi,sekali lagi ke-MAHA BESARAN TUHAN itu terbukti. Aku baik-baik saja. Ada yang melindungiku. Ada yang MEMANG menontonku setiap saat,setiap detik,menit,jam,hari,minggu,bulan,tahun dari kedatanganku ke dunia ini hingga selamanya. Aku bersyukur. Semoga aku akan terus dilindungi oleh-Nya. Yang maha kuasa,pengasih,penyayang dan maha segala-galanya. Dan aku berharap itu terjadi pada “kamu” juga. Aku tak bisa berdoa untukmu agar musibah tidak menimpamu, aku bukan pengatur hidupmu,yang aku bisa,mendoakanmu agar setiap apa yang kamu alami,kamu akan terus dilindungi oleh-Nya. Dan aku harap,kamu tak pernah lupa selalu bersyukur,seperti aku yang selalu bersyukur bisa mengenal "kamu".

Senin, 06 Januari 2014

Sepiku~bahagiaku

Kenapa sepi itu tercipta? apa karena ramai ada?
Seperti kenapa ada derita, bila bahagia tercipta... 
apa semua itu juga terlahir untuk saling melengkapi?
Sama seperti kita.. yang mungkin tercipta untuk saling melengkapi. Tapi kenapa sepi harus bertahan lebih lama untukku? Karena kamu kah? kenapa dengan keadaanku yang sekarang? apa aku kesepian ditengah keramaian? Kenapa tak kucoba saja untuk menikmati dan merasa cukup bahagia dengan keadaanku sekarang? apa terlalu sulit membohongi diri sendiri? apa karena aku hanya bersugesti pada sepi? atau pada kamu, yang menjadi alasan sepiku itu? padahal banyak hal ramai lainnya. Apa aku harus membawa diri,sendiri,berdiri... agar aku tak merasa sepi? Lalu, bagaimana caranya? Bisakah yg kusebut kamu ini membantuku? setidaknya dorong aku hanya dengan katamu, mungkin bisa menjadi penguat yang besar untuk hal yang bahkan kecil untuk kamu.
Atau paling tidak ajari aku caranya, akan kucoba lakukan yang kamu ajarkan. Tapi dengan syarat, jangan menyuruhku untuk mencari orang lain. Karena itu percuma. Kuterangkan lagi, itu percuma. Jadi kuminta,jangan lakukan hal yang percuma. Hanya ajari aku,hanya dorong aku. Hanya itu saja yang kamu lakukan. Itu sudah cukup bagiku. Berbahagialah. Walau kamu sendiri, aku akan bahagia karena bahagiaku ada di kamu.

Jumat, 03 Januari 2014

Terbiasa...

Tahun baru dimulai kembali. Tapi tidak untuk setiap tanggal dan nama bulannya. Itu tetap. Takkan terganti. Angka tanggalnya akan tetap berkisar 1 sampai 31 dan nama bulannya tetap januari sampai desember. Hanya saja angka tahunnya yang terus bertambah seiring bergantinya ia. Seiring waktunya tlah usai. Karena setiap tahun ada batasnya. Sama seperti hati ini. Walau tahun terus berganti, itu tak akan berpengaruh untuk hati ini. Itu hanya akan menambah waktu penantian agar lebih terlihat panjang. Terkesan lama. Karena dihati ini kamu takkan terganti. Akan tetap. Sama seperti perumpamaan tahun, bulan dan tanggalnya. Hanya ada satu pembeda. Hati ini bisa saja dikurangi dan ditambahi jika sendirinya menghendaki, tapi hasilnya akan tetap sama, bahwa hati ini juga ada batasnya. Pilihan ada batasnya. Menunggu ada batasnya. Dan aku tak bisa memastikan kapan dan sampai mana batas itu. Karena aku tlah terbiasa bermain dengan menunggu.

Rabu, 18 Desember 2013

Yang kusebut "kamu"

Ada yang takut memulai hubungan baru hanya karena ia terlalu sakit dimasa lalu. ADA. Orang yang bahkan mendinginkan hatinya karena takut ada yang salah mencairkannya.
Tapi ketahuilah, hidup dimulai bukan karena kegagalan terdahulu. Tapi karena keinginan untuk menemui yang lebih baik dari yang telah memberi gambaran kegagalan terdahulu. Itulah awal dimana harus memulai kembali hidup. Jangan terlalu lama memelihara waktu. Biarkanlah waktu itu terus berputar tanpa harus menjaganya dari keberhentian. Karena waktu tak akan pernah berhenti. Terus berputar... terus membawa kepada waktu berikutnya. Karena hidup itu mengenai perpindahan. Berpindah dari satu waktu ke waktu yang lain, dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu proses ke proses yang lain, bahkan dari hati ke hati yang lain. Itulah yang ku petik dari seseorang yang kusebut "kamu". 
Entahlah. Sepertinya ingin ini akan terus memihak pada "kamu" , hingga waktu yang tak dapat ditentukan. Hingga ia memilih untuk berhenti.

Sabtu, 14 Desember 2013

First...

Assalamu'alaikum.. 
ini postingan pertamaku dan biasanya kalau diawal awal pasti kenalan dulu dong, walau mungkin aku-nya udah banyak yang tau haha (narsis gilee), walau bagaimana pun aku akan tetap bercerita tentang diriku karena ini blog-ku *apasih
udaaah, sederhananya aku ini seorang manusia, bergenre perempuan, agak-agak gak tinggi yaa kasarnya pendek lah. *its ok,this is me* tapi juga gak pendek-pendek amat. Halusnya ituu kecil imut gtu tapi bukan kurcaci, apalagi liliput. Aku Chaaaatuuuun. Seorang perempuan kecil, dengan mimpi yang besar. Sebesar keinginanku untuk bisa tinggi haha. Tapi, se-obsesi bagaimanapun aku pengen tinggi, tetap aja ibu bilang "emang udah begitu gen-nya,diapain juga ttp aja bgtu. Terima warisan lah. Bersykur masih ada tubuh walau pendek". Astagaaa, kalo aku gak punya tubuh gimana ceritanya??? ah,sudahlah. Ini memang takdirku. Aku harus menerimanya dengan lapang dada dan tetap beristiqamah :') Cuma ada satu cara, aku harus punya pasangan hidup alias suami kasarnya haha yang postur tubuhnya tinggi lah. Tapi jangan tinggi kebangetan jugaaa, kan gak enak kalo jalan bareng ntar akunya disangka anak-bapak. Kan gak enak juga gitu dipandang *apaini*. Begini yaa kemungkina besar, blog ini bakalan berisi tulisan-tulisan yang syahdu nan galau. Karena emang blog itu enakan dijadiin catatan harian pengganti diary versi gahol-nya. Bukan karena kepengen orang tau, hanya saja menulis perihal apapun itu menyenangkan. Apalagi kalo nulisnya pake hati gak pake tangan *apabah* intinya, nulis berdasarkan isi hati dan pikiran itu jauh melegakan. Ini perihal hobi. Kesenangan. Kepuasan tersendiri, terutama bagiku :)

Jdilah pembicara dan pendengar yang baik :)

Jdilah pembicara dan pendengar yang baik :)